Beras merupakan makanan masyarakat Indonesia. Bukan hanya di Indonesia,di benua Asia pun mayoritas penduduknya mengonsumsi beras sebagai makanan pokok. Tidak heran bila benua Asia merupakan wilayah produksi beras tertinggi di dunia. Salah satunya Indonesia, di Indonesia presentase hasil produksi beras mencapai 90% dan menjadi negara ke 3 penghasil beras terbanyak di dunia.
Namun,faktanya Indonesia masih mengimpor beras,Terakhir pemerintah mengimpor beras dari Vietnam pada November 2015 sebanyak 1,5 juta ton. Wapres Jusuf Kalla beralasan kekeringan pada bulan Agustus dapat memicu kurangnya hasil gabah ditahun tersebut. masalah impor beras selalu menjadi perdebatan sengit. Pihak yang pro berargumen bahwa kebijakan impor beras diperlukan untuk menjaga ketahanan pangan serta stabilitas harga beras nasional.
Namun pihak yang kontra menentang kebijakan ini dengan alasan Indonesia sebagai negara agraris seharusnya mampu memproduksi beras untuk kebutuhan konsumsi dalam negeri tanpa harus bergantung dengan melakukan impor beras. Impor beras dianggap sebagai cara menghilangkan kedaulatan pangan Indonesia dan menyebabkan kurangnya Pendapatan Nasional yabg diperoleh Indonesia.
BULOG yang seharusnya bertugas dalam pembelian gabah hasil panen dari petani dianggap kurang menjalankan fungsinya. Selama ini, pemerintah melalui BULOG membeli gabah dan beras bukan dari petani. Akan tetapi dari pedagang beras, yang terkonsentrasi di tangan beberapa distributor besar (atau tengkulak), yang bertindak sebagai oligopolis pasar. Jumlah penjual yang sangat terkonsentrasi ini menyebabkan setiap kenaikan harga gabah/beras, yang merupakan peningkatan defisit APBN, akan lebih banyak jatuh bukan pada petani akan tetapi sekedar dinikmati segelintir pedagang.
Ilustrasi menarik tentang kekuatan oligopoli pedagang beras ini dengan sangat gamblang dijelaskan dalam satu tulisan Deputi Menko Perekonomian, Bayu Krisnamurthi, di Harian Republika (24/01/2006). Menurut Bayu, Bulog hanya mampu menyerap sekitar 10 ton dari surplus yang dikabarkan mencapai 2,7 juta ton pada tahun 2005. Selebihnya ditahan oleh para pedagang untuk berbagai alasan.
pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia Khudori mengatakan sebetulnya impor beras di Indonesia tidak besar, hanya 3 - 4 persen dari kebutuhan konsumsi beras secara nasional. Walau demikian, Khudori mengakui pemerintah harus membuat terobosan untuk memaksimalkan keterserapan gabah nasional oleh Bulog. "Karena faktanya di Yogyakarta saja, ada 3 pedagang besar bisnis beras. Masing-masing orang tersebut, mampu menyerap gabah nasional dalam setahun lebih besar dari kemampuan serap Bulog dalam setahun. Jadi ini memang yang harus dibenahi," jelas Khudori.
Beberapa sumber juga menyebutkan berbagai saran supaya Pemerintah tidak lagi mengimpor beras salah satunya dengan menaikan anggaran pada sektor pertanian supaya dapat meningkatkan kualitas gabah sehingga tidak kalah dengan kualitas beras impor dan melakukan Operasi Pasar Terbuka terhadap tengkulak yang menampung beras milik petani untuk menstabilkan harga. Hal ini tentunya harus diimbangi dengan manajemen stok yang baik.
Sekian yang dapat saya jabarkan dalam penulisan saya kali ini, mohon maaf apabila ada kekurangan dalam penulisan Dan saya ucapkan terimakasih kepada sumber-sumber yang saya jadikan referensi dalam penulisan saya ini. Saya berharap tulisan saya ini dapat diterima dengan baik dan dapat bermanfaat serta menginspirasi banyak orang terutama diri saya pribadi.
DAFTAR PUSTAKA :
https://afdhalrizqi.wordpress.com/2012/03/29/masalah-ekonomi-ekspor-dan-impor-beras-di-indonesia/
http://m.suara.com/bisnis/2015/12/26/123106/indonesia-selalu-impor-beras-ini-sebabnya
Artikel ini sudah sangat membantu. dengan penulisan dan bahasa yang baik, sehingga pembaca mudah memahaminya.
BalasHapusMenurut saya,dalam penulisan essai ini sudah benar strukturnya.akan tetapi akan lebih baik jika memperhatikan bahasa yang digunakan agar dapat dipahami oleh pembaca,dan jika bisa jangan terlalu banyak kata penghubungnya seperti "namun" karna itu dapat membuat rancu jika dibaca.
BalasHapusSecara keseluruhan penulisan ini sudah baik. Tingkatkan agar menjadi lebih baik dari sebelumnya dan essai ini sangat membantu bagi pembaca. Terimakasih
Terima kasih kepada saudari Nadita atas informasi dalam artikel ini dan sangat bermanfaat.
BalasHapusTetapi pada paragraf lima, dapat diperhatikan pada kalimat pertama,terdapat kurangnya penulisan tanda koma yang dapat diperbaiki dengan memberikan tanda koma diantara kata "Khudori". Karena kurang/lebihnya pemberian tanda koma dapat mempengaruhi pemahaman para pembaca.
Saya menyarankan harap dicek kembali sebelum memposting. Terima kasih.
Artikel ini sangat menarik dan mudah dipahami. Alangkah lebih baik lagi jika pada bacaan menggunakan perataan teks agar terlihat lebih rapi. Terima kasih
BalasHapusmenurut saya essay ini sudah sangat bagus. kalimatnya mudah dipahami, topiknya pun menarik sekali . dan antara paragraf yang satu dengan paragraf selanjutnya nyambung . saran saya sebaiknya sumber/referensi yang digunakan lebih banyak lagi agar isi dari essay tersebut lebih valid.
BalasHapusartikel ini sudah bagus, bahasanya juga mudah dipahami dan juga sudah disertakan contoh dan pro kontra antara yang setuju dengan adanya impor ataupun tidak. kalau menurut saya, adanya impor beras ataupun tidak tergantung pada kondisi. jika kondisi cuaca bagus saya yakin panen padi akan tepat waktu dan tidak akan kekurangan beras. namun, jika musim penghujan saya yakin para petani akan gagal panen karena padi tidak tumbuh dengan baik, belum lagi jika ada bencana alam seperti banjir, dan gunung meletus yang menyebabkan sawah rusak. jika hal tersebut terjadi dan persediaan beras BULOG menipis. maka pemerintah perlu mengimpor beras dari luar negeri agar rakyat Indonesia tidak kekurangan bahan pangan.
BalasHapusMenurut saya artikel ini sudah bagus dan sangat memudahkan para pembaca untuk memahami artikel tersebut, dan artikel ini sangat membantu saya untuk menambah wawasan saya tentang adanya pro kontra impor berasberas.
BalasHapusMenurut saya penulisannya sudah cukup baik,hanya saja terdapat beberapa kesalahan dalam penulisan huruf kapital dan spasi. Secara keseluruhan saya mendapat informasi yang bermanfaat. Terima kasih
BalasHapusassalamualaikum mohon izin berkomentar tulisan yang anda buat. menurut saya materi yang anda tulis sudah cukup bagus dan sudah dilengkapi dengan fakta yang ada tetapi menurut saya ada beberapa kekurangan dipenulisan contohnya penggunaan huruf kapital di judul yang saya rasa kurang tepat dan ada paragraf yang menjadi satu dengan pragraf lainnya. saran saya agar lebih diperhatikan lagi penulisannya sebelum anda kirim tetapi.sekian komentar saya jika ada kata yang menyinggung,saya mohon maaf.terima kasih
BalasHapusMenurut saya Essay yang saudari tulis sudah cukup bagus tapi penulis tidak menjelaskan apakah indonesia melakukan ekspor beras ke negara lain atau tidak?
BalasHapus